Selasa, 20 April 2010

Sekolah Orang Tua

Bismillahirohmanirahim...

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. QS. an-Nisa' (4) : 9

Sekolah sedianya memang diperuntukan bagi orang yang ingin mencari ilmu, yang kemudian ilmu tersebut menjadi bekal bagi kehidupan. Namun dari jenjang dasar sampai jenjang tertinggi sistem pendidikan tidak ada yang menyediakan jurusan menjadi orang tua atau titel akademis menjadi orang tua.


Sebagian kita (orang dewasa) memang siap menikah namun tidak dipersiapkan menjadi orang tua ketika mereka telah menikah. Karena memang sejak kita lahir sampai kita siap atau telah menjadi orang tua, kita tidak pernah dibekali oleh ilmu menjadi orang tua, akibatnya sebagian orangtua mengalami yang disebut ‘Parenting Shock’, gegar mengasuh anak, merasa ’menyerah’ dan akhirnya membiarkan anaknya tumbuh dan berkembang seadanya (alamiah).

Permasalahan anak-anak bukan saja bersumber dari diri anak tersebut, namun lebih jauh lagi adanya peran orang tua dan lingkungan, orang tua adalah sekolah pertama bagi perilaku dan pola sikap anak, bahkan menjadi pertahanan bagi perilaku negatif lingkungannya.

Sebagian orang tua banyak menyelesaikan permasalahan-permasalahan anak ketika permasalahan itu telah terjadi, bukan melakukan pencegahan, dengan mempersiapkan mereka sebelum mereka berinteraksi di lingkungannya dengan sekolah rumah. Sehingga sebagian orangtua lain justru melakukan ‘jalan pintas’ dengan cara-cara melakukan tindakan negatif untuk mengendalikan sikap dan perilaku anak-anak, seperti: dengan omelan, bentakan, ancaman, teguran, kemarahan dan bahkan melakukan kekerasan fisik.

Kanapa demikian? Karena memang kita tidak pernah diajarkan, duduk dibangku sekolah dan memiliki ilmu bagaimana menjadi orang tua, walaupun menjadi orang tua adalah merupakan keniscayaan, yg sangat berpengaruh dalam tatanan masyarakat bahkan negara.

Lalu bagaimana langkah kita selanjutnya, agar menjadi orang tua yang siap mendidik dan membina anak-anak kita?

Menurut sebuah pepatah Arab, kita tak akan pernah bisa memberikan apa yang kita tidak punya. Untuk berinfak kita harus ber-uang. Untuk mengajar dan membina kita harus berilmu. Artinya adalah meningkatkan kapasitas dan kapabilitas ilmu kita terutama ilmu agama, ilmu tentang keesaan Allah SWT, agar kita bisa mengajarkan Ketauhidan Allah SWT kepada anak-anak kita.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan"
QS. al-'Alaq (96) : 1

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya".
QS. ath-Thur (52) : 21

Memberikan pembelajaran dengan contoh yang baik, Intinya adalah kemampuan untuk menjadi tuan atas diri sendiri,bukanlah lingkungan yang menciptakan kita, melainkan kitalah yang menciptakan lingkungan, bahwa diri kita adalah subjek sedangkan lingkungan adalah objek, dan bukan sebaliknya.

“maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya” (QS. Asy Syams: 8-10).

Mendo'akan anak-anak kita setiap saat, bukan saja ketika kita sholat namun tiap kesempatan kita bisa mendokan mereka, agar menjadi anak2 yg soleh dan solehah, yg dengan doa anak-anak yg soleh mampu memberikan pahala bagi orang tua walaupun kita telah tiada. Syaratnya adalah do'a anak yg soleh, sehingga wajib bagi kita pun mendoakannya.

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
QS. al-Baqarah (2) : 128

mungkin langkah selanjutnya saatnya kita mencari sekolah untuk kita sebagai orang tua, sekolah yg mengkhususkan mengkaji keilmuan untuk mempersiapkan diri kita menjadi orang tua yg baik bagi anak-anak kita. Tidak ada kata terlambat untuk berbenah diri, demi masa depan anak-anak kita dan kita juga tentunya.

Wallahua'lam...

RullySites

About RullySites

Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.

Subscribe to this Blog via Email :