pajak dan gak bisa tidur sepertinya gak ada hubungannya alias gak nyambung :) tapi sekarang jadi bukti seperti kasus gayus dan pengemplang pajak laiinya judul ini ada hubungannya. mhh..tp gak perlu dibahas kasus-kasus tersebut karena sudah banyak media mengulasnya bahkan update tiap menit.
Kali ini saya ingin mengulas dari sisi yang berbeda mengenai pajak dan gak bisa tidur tadi. Al kisah zaman dahulu kala (kayak dongeng aja ya..), kerajaan-kerajaan menarik upeti kepada rakyatnya, dan rakyatnya sebagian ada yang dengan ikhlas memberikan upeti kepada rajanya. Dan sang raja karena merasa ketagihan mendapatkan upeti dari rakyatnya akhirnya membuat aturan2 tentang upeti itu. makin hari makin rakus saja, sampai muncul si robinhood si pemberani pembela yg lemah dengan mencuri dari orang kaya untuk diberikan ke orang miskin. sampai2 raja tidak bisa tidur memikirkan si pencuri ulung robinhood.
tuh kaaaan ada hubungannya antara pajak dengan gak bisa tidur tadi. itu sekelumit awal muasal munculnya pajak di mukabumi ini, yg miskin bayar pajak yg memerintah menikmati uang pajak hehe... (bukan nuduh lho tp kenyataannya emang gitu..)
sebenarnya bukan juga salah pemerintah soal pajak ini tp karena memeng rakyat yang ketagihan bayar paja lho kok???
lha iya, pembayar pajak terbesar dinegara manapun adalah orang miskin, contoh rokok aja bayangkan di Indonesia saja para perokok menghabiskan kurang lebih 300 Milyar perhari, dan perokok adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah (ingat pajak dr rokok hampir 27% lho)
orang kaya adalah pembayar pajak terkecil (itu juga belum termasuk yg diselundupkan pajaknya), mereka selalu berlindung dr bayar pajak dibawah bendera perusahaanya Bisnis dan Investasi, sedangkan para pegawai semakin besar pendapatannya semakin ketagihan bayar pajak penghasilannya :)
Baru-baru ini ada iklan pajak "tidak bayar pajak tidak nasionalis" slogan yg fantastis dan terkesan mewah, orang yg taat pajak bisa disamakan dengan para pahlawan yg berjuang melawan ketertindasan, penjajahan, pembodohan dan pemiskinan. Cuma sayang iklan ini juga sepihak tidak mengangkat tema bahwa para markus pajak, koruptor, pengemplang pajak adalah penjajah, penindas yg membuat bangsa ini bodoh dan miskin.
Jadi inget para sahabat Rosul khalifah umar : Pintu kantor diketuk. “Silakan Masuk” Jawab penghuninya. Masuklah seseorang ke dalam ruangan. Orang dalam ruangan itu bertanya, “Apakah kepentinganmu untuk urusan pribadi atau urusan umat?” “Urusan pribadi” Jawab tamu itu. Dengan cekatan dimatikanlah lampu di ruangan itu hingga gelap gulita. “Mengapa Anda matikan lampu-lampu itu, Tuan?” Tanya si tamu. “Karena urusanmu bersifat pribadi, dan lampu ini hanya akan dipergunakan untuk kepentingan umat, selain itu tidak.”
Subhanallah begitu amanahnya pemimpin seperti ini, begitu takut menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya dikisah lainnya :
Umar berjalan melalui lorong-lorong perkampungan. Ia temukan sebuah keluarga yang sedang memasak batu karena tak ada gandum untuk dimasak” sementara anaknya menangis tersedu-sedu menunggu masakan itu. Ketika didekatinya, keluarga itu menjelek-jelekkan khalifah karena dianggapnya tidak peduli terhadap rakyat kecil.
Ia terperanjat dan langsung pergi ke gudang beras mengambil satu karung gandum dan diberikannya kepada keluarga tersebut. Pembantunya menawarkan jasa, “Biar aku saja yang memanggul karung itu”? Umar menjawab, “Apakah kemarahan Tuhan akan bisa kau halangi ketika aku membiarkan umatku kelaparan, sementara aku tak memberinya makan?”
Bilakah pemimpin-pemimpin kita seperti ini???
itulah sekelumit tentang pajak yg membuat banyak orang gak bisa tidur, baik itu karena ketangkap markus pajak, bikin laporan pajak yg gak beres-beres, atau penikmat pajak yg sayang kalo menghabiskan waktunya cuma buat tidur dengan uang pajak, entahlah...??
so... hari gini masih korupsi uang pajak 'apa kata dunia....
tuh kaaaan ada hubungannya antara pajak dengan gak bisa tidur tadi. itu sekelumit awal muasal munculnya pajak di mukabumi ini, yg miskin bayar pajak yg memerintah menikmati uang pajak hehe... (bukan nuduh lho tp kenyataannya emang gitu..)
sebenarnya bukan juga salah pemerintah soal pajak ini tp karena memeng rakyat yang ketagihan bayar paja lho kok???
lha iya, pembayar pajak terbesar dinegara manapun adalah orang miskin, contoh rokok aja bayangkan di Indonesia saja para perokok menghabiskan kurang lebih 300 Milyar perhari, dan perokok adalah masyarakat ekonomi menengah kebawah (ingat pajak dr rokok hampir 27% lho)
orang kaya adalah pembayar pajak terkecil (itu juga belum termasuk yg diselundupkan pajaknya), mereka selalu berlindung dr bayar pajak dibawah bendera perusahaanya Bisnis dan Investasi, sedangkan para pegawai semakin besar pendapatannya semakin ketagihan bayar pajak penghasilannya :)
Baru-baru ini ada iklan pajak "tidak bayar pajak tidak nasionalis" slogan yg fantastis dan terkesan mewah, orang yg taat pajak bisa disamakan dengan para pahlawan yg berjuang melawan ketertindasan, penjajahan, pembodohan dan pemiskinan. Cuma sayang iklan ini juga sepihak tidak mengangkat tema bahwa para markus pajak, koruptor, pengemplang pajak adalah penjajah, penindas yg membuat bangsa ini bodoh dan miskin.
Jadi inget para sahabat Rosul khalifah umar : Pintu kantor diketuk. “Silakan Masuk” Jawab penghuninya. Masuklah seseorang ke dalam ruangan. Orang dalam ruangan itu bertanya, “Apakah kepentinganmu untuk urusan pribadi atau urusan umat?” “Urusan pribadi” Jawab tamu itu. Dengan cekatan dimatikanlah lampu di ruangan itu hingga gelap gulita. “Mengapa Anda matikan lampu-lampu itu, Tuan?” Tanya si tamu. “Karena urusanmu bersifat pribadi, dan lampu ini hanya akan dipergunakan untuk kepentingan umat, selain itu tidak.”
Subhanallah begitu amanahnya pemimpin seperti ini, begitu takut menggunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadinya dikisah lainnya :
Umar berjalan melalui lorong-lorong perkampungan. Ia temukan sebuah keluarga yang sedang memasak batu karena tak ada gandum untuk dimasak” sementara anaknya menangis tersedu-sedu menunggu masakan itu. Ketika didekatinya, keluarga itu menjelek-jelekkan khalifah karena dianggapnya tidak peduli terhadap rakyat kecil.
Ia terperanjat dan langsung pergi ke gudang beras mengambil satu karung gandum dan diberikannya kepada keluarga tersebut. Pembantunya menawarkan jasa, “Biar aku saja yang memanggul karung itu”? Umar menjawab, “Apakah kemarahan Tuhan akan bisa kau halangi ketika aku membiarkan umatku kelaparan, sementara aku tak memberinya makan?”
Bilakah pemimpin-pemimpin kita seperti ini???
itulah sekelumit tentang pajak yg membuat banyak orang gak bisa tidur, baik itu karena ketangkap markus pajak, bikin laporan pajak yg gak beres-beres, atau penikmat pajak yg sayang kalo menghabiskan waktunya cuma buat tidur dengan uang pajak, entahlah...??
so... hari gini masih korupsi uang pajak 'apa kata dunia....